EN ID

Hening yang Berjalan

pesan dalam pesan
Cahyanudien Aziz Saputra
“untuk mereka yang menemukan kebenaran dalam diam”
puisi
24
bagian
3
terbit
2026
bahasa
ID/EN

Cahyanudien menghabiskan malam-malamnya merangkai logika dalam bayang — membangun untuk ribuan orang tanpa terlihat. Buku ini adalah apa yang muncul ketika kode berhenti bersuara.

github/cahyanudien

Hening Yang Berjalan adalah kumpulan puisi yang lahir dari ruang sunyi—tentang perjalanan jiwa yang tak pernah benar-benar selesai. Ditulis dalam tiga bagian: Akar, Tumbuh, dan Langit, buku ini mengajak pembaca merenung tentang kehilangan, pencarian jati diri, dan keberanian untuk terus berjalan meski tanpa arah yang pasti. Bukan untuk dibaca tergesa, tetapi untuk dinikmati dalam diam—di mana setiap baris mungkin terasa seperti milikmu sendiri.

— tentang
Baca & Beli
📱 Kindle Amazon Belum Tersedia 📖 Google Play Buku 🍎 Apple Books iOS/macOS Belum Tersedia
Daftar Isi
24 puisi · tiga bagian

I. AKAR

  • 1. Risau Rasanya
  • 2. Benar, aku sudah tertidur hari ini
  • 3. Entah kenapa, kutersadar di dalam gua
  • 4. Asin... Sungguh asin yang kurasa
  • 5. Malam ini terasa hampa
  • 6. Berat, sungguh berat
  • 7. Daun ini terus berjatuhan
  • 8. Tertawa, dibalik senyuman rimba
  • 9. Sudah waktunya berkumandang
  • 10. Nak... ayah disini

II. TUMBUH

  • 11. Riang.. Gemerlap
  • 12. Manis rasanya, Embun hati
  • 13. Ketika kemarau menyapa
  • 14. Tak kusangka kita bertemu
  • 15. Aku melihatmu, tersemak harum rembulan
  • 16. Jiwa-jiwa bermunculan
  • 17. Kutinggalkan buku

III. LANGIT

  • 18. Kutatap cahaya persegi
  • 19. Semakin kulihat, semakin sayup bintang
  • 20. Panas rasanya, berjalan bersama surya
  • 21. Aku melihatmu, diriku yang istimewa
  • 22. Berderai air berjatuhan
  • 23. Ya, memang benar. Jembatan itu...
  • 24. Hijau tubuhku
Kata Hati · Penutup · Tentang Penulis

“Sampai di sini, kita berjalan bersama. Tidak ada yang perlu disimpulkan. Di balik semua yang tertulis, ada seseorang yang pernah ragu, pernah jatuh, dan masih berjalan. Terima kasih sudah berjalan sampai sini.”

— penutup
Beli buku → ⭐ Goodreads